EFEKTIVITAS MEDIASI PRA PERSIDANGAN DALAM MENEKAN ANGKA CERAI GUGAT DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR (Studi Di Pengadilan Agama Selong Kelas 1A)

NURUL WAHDIAH RIZ, LESTARI (2026) EFEKTIVITAS MEDIASI PRA PERSIDANGAN DALAM MENEKAN ANGKA CERAI GUGAT DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR (Studi Di Pengadilan Agama Selong Kelas 1A). Other thesis, Universitas Mataram.

[thumbnail of Skripsi_Nurul Wahdiah Riz Lestari_D1A022544.pdf] Text
Skripsi_Nurul Wahdiah Riz Lestari_D1A022544.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan mediasi pra
persidangan dan tingkat efektivitasnya dalam menekan angka perkara cerai gugat
di Pengadilan Agama Selong Kelas 1A Kabupaten Lombok Timur, berdasarkan
permasalahan 1). Bagaimana mekanisme pelaksanaan mediasi pra-persidangan
dalam menekan angka cerai gugat. 2). Bagaimana efektivitas mediasi pra
persidangan dalam perkara crai gugat di Pengadilan Agama Selong Kelas 1A,
ketentuan PERMA No. 1 Tahun 2016. Metode penelitian, hukum empiris dengan
pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan sosiologis hukum. Data utama
melalui wawancara dengan Hakim Mediator, para pihak yang pernah berperkara,
Panitera dan analisis kuantitatif terhadap Laporan Keadaan Perkara (LIPA 1)
Pengadilan Agama Selong tahun 2026. Hasil penelitian: 1). Mekanisme Mediasi
secara prosedural telah sesuai dengan PERMA No. 1 Tahun 2016. Namun, batas
waktu mediasi selama 30 hari diterapkan secara kondisional. 2). Efektivitas Mediasi
dari hasil monitoring periode Januari 2024 dan Mei 2026 menunjukkan belum
efektif. Dari 266 perkara cerai gugat yang dimediasi, 156 perkara (59,77%) gagal
mencapai kesepakatan. 105 perkara berhasil dimediasi dan 5 perkara tidak
terlaksana. Rendahnya tingkat keberhasilan dipengaruhi oleh budaya hukum
masyarakat yang umumnya telah melakukan cerai kampung atau menikah siri
sebelum bersidang. Faktor lainnya mencakup konflik berkepanjangan, sikap tidak
kooperatif, ego tinggi, serta minimnya iktikad baik untuk berdamai. Saran 1).
Pengadilan Agama Selong, perlu meningkatkan kapasitas mediator, optimalisasi
fasilitas mediasi, menyempurnakan pedoman mediasi daring, serta melakukan
evaluasi berkala. 1). Masyarakat, perlu menumbuhkan pentingnya mediasi yang
tidak sekadar formalitas. 2). Kementerian Agama, mengoptimalkan program
bimbingan dan konseling keluarga sebagai upaya preventif.
Kata Kunci: Efektivitas Hukum, Mediasi Pra Persidangan, Cerai Gugat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Depositing User: Meike Megawati
Date Deposited: 24 Sep 2026 07:51
Last Modified: 24 Sep 2026 07:51
URI: http://repository.unram.ac.id/id/eprint/130

Actions (login required)

View Item
View Item