ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PENURUNAN POPULASI TERNAK KERBAU DI KECAMATAN MOYO HILIR, KABUPATEN SUMBAWA.

DANU, MIHARJA (2026) ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PENURUNAN POPULASI TERNAK KERBAU DI KECAMATAN MOYO HILIR, KABUPATEN SUMBAWA. Other thesis, Universitas Mataram.

[thumbnail of SKRIPSI DANU MIHARJA.pdf] Text
SKRIPSI DANU MIHARJA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang menyebabkan penurunan populasi
ternak kerbau di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa serta menentukan
faktor yang paling dominan mempengaruhinya. Penelitian dilaksanakan di
Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa dengan metode survei. Responden
penelitian berjumlah 70 peternak kerbau yang dipilih menggunakan metode
purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi,
dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif
dan regresi linier berganda. Variabel yang diteliti meliputi faktor pakan,
reproduksi, manajemen kesehatan, sosial budaya, harga jual, dan iklim. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa populasi ternak kerbau pada 70 responden
mengalami penurunan dari 967 ekor pada tahun 2021 menjadi 780 ekor pada
tahun 2025. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor
pakan berpengaruh signifikan terhadap penurunan populasi kerbau dengan nilai
signifikansi 0,005, reproduksi sebesar 0,016, manajemen kesehatan sebesar 0,003,
dan iklim sebesar 0,009. Sementara itu, faktor sosial budaya dengan nilai
signifikansi 0,932 dan harga jual sebesar 0,362 tidak berpengaruh signifikan
terhadap penurunan populasi ternak kerbau. Faktor manajemen kesehatan
merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi penurunan populasi ternak
kerbau di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, yang ditunjukkan oleh
nilai t hitung sebesar 3,106 dan nilai signifikansi sebesar 0,003. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa gangguan kesehatan ternak, keterbatasan penanganan
penyakit, kurang optimalnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta rendahnya
penerapan manajemen kesehatan dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan
meningkatkan risiko kematian ternak. Oleh karena itu, peningkatan manajemen
kesehatan perlu menjadi prioritas dalam upaya mempertahankan dan
meningkatkan populasi ternak kerbau di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten
Sumbawa.
Kata kunci: populasi kerbau, pakan, reproduksi, manajemen kesehatan, iklim,
Moyo Hilir

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan
Depositing User: Meike Megawati
Date Deposited: 24 Sep 2026 07:52
Last Modified: 24 Sep 2026 07:52
URI: http://repository.unram.ac.id/id/eprint/142

Actions (login required)

View Item
View Item