WAHYU TIARA, PURWANINGSIH (2026) PERAN GURU DALAM PENANGANAN PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS ATTENTION DEFICIT HIPERAKTIFITY DISORDER (ADHD) DALAM PROSES PEMBELAJARAN (STUDY KASUS DI MTs TARBIYATUL MUSTAFID LOMBOK BARAT). Other thesis, Universitas Mataram.
SKRIPSI WAHYU TIARA PURWANINGSIH NIM E1B022177.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini berjudul “Peran Guru Dalam Penanganan Peserta Didik
Berkebutuhan Khusus Attention Deficit Hiperaktifity Disorder (Adhd) Dalam
Proses Pembelajaran (Study Kasus Di Mts Tarbiyatul Mustafid Lombok Barat).
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru, mengidentifikasi
strategi pembelajaran yang diterapkan, serta menganalisis kendala-kendala yang
dihadapi guru dalam penanganan peserta didik berkebutuhan khusus ADHD pada
proses pembelajaran di MTs Tarbiyatul Mustafid Lombok Barat. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui desain
studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung,
wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan
triangulasi sumber, teknik, dan waktu, sedangkan analisis data dilakukan secara
interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di MTs Tarbiyatul Mustafid Lombok Barat
belum tersedianya Guru Pendamping Khusus (GPK) maupun psikolog klinis ahli,
guru menjalankan peran secara mandiri, adaptif, dan multidimensi, yaitu sebagai
fasilitator dan modifikator pembelajaran, pengelola kelas dan pengondisi perilaku,
pembimbing sosio-emosional, serta evaluator yang adaptif. Strategi pembelajaran
yang diterapkan mencakup modifikasi kurikulum dan penyederhanaan materi,
instruksi berdurasi pendek (short-burst instruction), metode multisensori (visual
dan kinestetik), pemecahan tugas (chunking), penataan lingkungan fisik yang
minim distraksi, penguatan positif (positive reinforcement), serta evaluasi berbasis
lembar kerja bergambar yang disederhanakan. Adapun kendala utama yang
dihadapi guru meliputi keterbatasan kualifikasi dan pelatihan khusus bidang keABK-an, keterbatasan waktu membagi perhatian di kelas inklusif, minimnya sarana
prasarana khusus, serta belum optimalnya sinergi dan pemahaman dari orang tua
murid dalam melanjutkan pengondisian perilaku di rumah. Berdasarkan hasil
penelitian, dapat disimpulkan bahwa meskipun tanpa pendampingan Guru
Pendamping Khusus (GPK), guru di MTs Tarbiyatul Mustafid Lombok Barat telah
berupaya maksimal menjalankan peran multidimensinya—sebagai fasilitator,
pengondisi perilaku, dan pembimbing—dalam menangani peserta didik ADHD
pada proses pembelajaran.
Kata Kunci: Peran Guru, ADHD, Pendidikan Inklusif, Strategi Pembelajaran,
Pengondisian Perilaku.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LC Special aspects of education L Education > LC Special aspects of education > LC5201 Education extension. Adult education. Continuing education |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan |
| Depositing User: | Meike Megawati |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 07:53 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 07:53 |
| URI: | http://repository.unram.ac.id/id/eprint/147 |
