KONTRIBUSI USAHA KERAJINAN SAPU LIDI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA BURUH PENGRAJIN DI DESA KORLEKO KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Angel Ambar, Swari (2026) KONTRIBUSI USAHA KERAJINAN SAPU LIDI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA BURUH PENGRAJIN DI DESA KORLEKO KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Other thesis, Universitas Mataram.

[thumbnail of S_Angel Ambar Swari_Kontribusi Usaha Kerajinan Sapu Lidi terhadap Pendapatan Rumah Tangga Buruh P.pdf] Text
S_Angel Ambar Swari_Kontribusi Usaha Kerajinan Sapu Lidi terhadap Pendapatan Rumah Tangga Buruh P.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik individu dan
rumah tangga buruh pengrajin; (2) Menganalisis pendapatan rumah tangga buruh
pengrajin dari kegiatan kerajinan sapu lidi; (3) Menganalisis kontribusi kerajinan
sapu lidi terhadap pendapatan rumah tangga buruh pengrajin; (4) Menganalisis
tingkat kesejahteraan rumah tangga buruh pengrajin . Penelitian ini penting dilakukan
karena perlunya bukti empiris kuantitatif mengenai sejauh mana agroindustri kerajinan
sapu lidi berbasis limbah lokal mampu menyumbang pendapatan dan menopang tingkat
kesejahteraan rumah tangga buruh di Desa Korleko. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Lokasi
penelitian ditentukan secara purposive pada Dusun Gubuk Barat, dengan jumlah sampel
15 buruh pengrajin yang dipilih menggunakan sampling jenuh. Data dikumpulkan
melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan penyebaran kuesioner. Analisis
data dilakukan menggunakan karakteristik rumah tangga buruh pengrajin,
pendapatan/upah, persentase kontribusi, pengukuran tingkat kesejahteraan
berdasarkan Sajogyo (1982) dan Kriteria Bank dunia (2025). Hasil penelitian
menunjukkan (1) Karakteristik individu menunjukkan buruh pengrajin didominasi oleh
perempuan (80%), berusia produktif dengan rata-rata usia 53 tahun, status sebagai ibu
rumah tangga (73,33%), memiliki pengalaman kerja 10 tahun (100%) yang tergolong
matang, serta mayoritas berpendidikan formal tingkat Sekolah Dasar (SD) (40%).
Karakteristik rumah tangga pengrajin menunjukkan seluruh responden memiliki rumah
milik sendiri dengan kondisi fisik bangunan permanen dan didukung oleh kepemilikan
aset rumah tangga yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menghadapi risiko
ekonomi.; (2) Total pendapatan dari kerajinan sapu lidi mencapai Rp207.100.000/tahun
(rata-rata Rp13.806.667/RT/tahun) pendapatan tersebut didominasi oleh pekerjaan
sebagai peraut lidi dengan kontribusi (65,79%); (3) Kontribusi kerajinan sapu lidi
terhadap total pendapatan rumah tangga tergolong kecil yaitu sebesar 27,58%,
pendapatan rumah tangga sebagian besar bersumber dari sektor non pertanian (54,75%);
(4) Tingkat kesejahteraan rumah tangga buruh pengrajin di Desa Korleko menurut
pendekatan Sajogyo (1982) tergolong sejahtera, sebesar 60%; sedangkan menurut
pendekatan Bank Dunia adalah sebesar 33,33%; selebihnya tergolong hampir miskin dan
miskin; dan tidak ada yang tergolong miskin sekali.
Kata Kunci: Agroindustri, Kerajinan Sapu Lidi, Pendapatan Rumah Tangga, Kontribusi
Pendapatan, Kesejahteraan Rumah tangga

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian
Depositing User: Meike Megawati
Date Deposited: 24 Sep 2026 07:55
Last Modified: 24 Sep 2026 07:55
URI: http://repository.unram.ac.id/id/eprint/152

Actions (login required)

View Item
View Item