KADEK DEBY, YULIAWARDANI (2026) STUDI EFEKTIVITAS KOAGULAN FeCl3 DAN BIJI KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS AIR BAKU DI PT AIR MINUM GIRI MENANG. Other thesis, Universitas Mataram.
G1E022008_KadekDebyYuliawardani_Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Kualitas air baku merupakan faktor penting dalam penyediaan air minum yang
memenuhi standar kesehatan. Air baku Sungai Remeneng yang digunakan oleh PT Air
Minum Giri Menang memiliki tingkat kekeruhan yang relatif tinggi sehingga
memerlukan proses pengolahan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis karakteristik air baku Sungai Remeneng berdasarkan parameter pH, Total
Dissolved Solids (TDS), dan kekeruhan, menganalisis dosis optimum koagulan Ferri
Klorida (FeCl3) dan biji kelor (Moringa oleifera), serta menentukan efektivitas kedua
koagulan tersebut dalam menurunkan nilai kekeruhan, pH, dan TDS. Penelitian
dilakukan di Laboratorium WTP Sembung PT Air Minum Giri Menang menggunakan
metode eksperimen dengan uji jar test. Koagulan FeCl3 digunakan pada dosis 12, 14,
16, 18, dan 20 ppm, sedangkan koagulan biji kelor yang telah diekstraksi menggunakan
larutan KCl 1 M digunakan pada dosis 1, 2, 3, 4, dan 5 ppm. Parameter yang diamati
meliputi pH, TDS, dan kekeruhan sebelum dan sesudah proses koagulasi-flokulasi.
Analisis data dilakukan secara deskriptif-kuantitatif dengan menghitung persentase
efektivitas penurunan masing-masing parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
karakteristik awal air baku Sungai Remeneng memiliki nilai TDS sebesar 89 mg/L dan
pH sebesar 8,17 yang masih memenuhi baku mutu air minum berdasarkan Permenkes
Nomor 2 Tahun 2023, sedangkan nilai kekeruhan sebesar 7,06 NTU masih melebihi
batas maksimum yang diperbolehkan yaitu 3 NTU. Dosis optimum FeCl3 diperoleh
pada konsentrasi 18 ppm dengan nilai kekeruhan akhir sebesar 0,51 NTU dan
efektivitas penyisihan mencapai 92,78%, sedangkan pH menurun menjadi 7,40 dan
TDS meningkat menjadi 98 mg/L. Pada penggunaan biji kelor yang diekstraksi dengan
KCl 1 M, dosis optimum diperoleh pada konsentrasi 1 ppm dengan nilai kekeruhan
sebesar 2,23 NTU dan efektivitas penyisihan sebesar 68,41%, namun terjadi
peningkatan TDS hingga 127 mg/L akibat kandungan senyawa organik dan ion terlarut
yang berasal dari ekstrak biji kelor. Secara umum, FeCl3 memberikan efektivitas
koagulasi yang lebih baik dalam memperbaiki kualitas air baku Sungai Remeneng
dibandingkan biji kelor, terutama dalam menurunkan tingkat kekeruhan hingga
memenuhi standar kualitas air minum.
Kata kunci: Ferri Klorida, Biji Kelor (Moringa oleifera), Koagulasi-Flokulasi, Air
Baku Sungai Remeneng.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam |
| Depositing User: | Meike Megawati |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 06:39 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 06:39 |
| URI: | http://repository.unram.ac.id/id/eprint/166 |
