STUDI EFEKTIVITAS KOAGULAN POLYACRYLAMIDE (PAM) DAN BIJI KELOR (Moringa oleifera) PADA PENGOLAHAN AIR BAKU PT AIR MINUM GIRI MENANG

SANIA SALSABILA, MARDITA (2026) STUDI EFEKTIVITAS KOAGULAN POLYACRYLAMIDE (PAM) DAN BIJI KELOR (Moringa oleifera) PADA PENGOLAHAN AIR BAKU PT AIR MINUM GIRI MENANG. Other thesis, Universitas Mataram.

[thumbnail of G1E022044_Sania Salsabila Mardita_SKRIPSI.pdf] Text
G1E022044_Sania Salsabila Mardita_SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Sungai menjadi salah satu sumber air baku yang dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat terhadap air bersih. Kondisi air baku yang dimanfaatkan
seringkali menunjukkan tingkat kekeruhan yang cukup tinggi yang disebabkan
masuknya sedimen, sampah domestik, dan erosi di bantaran sungai. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis karakteristik air baku Sungai Remeneng,
menganalisis dosis optimum koagulan Polyacrylamide (PAM) dan Biji Kelor
(Moringa oleifera) secara tunggal maupun kombinasi, serta menganalisis
efektivitas kinerja koagulan terhadap nilai pH, TDS, dan kekeruhan. Pengambilan
sampel dilakukan di saluran pipa WTP Sembung, dengan pengujian menggunakan
metode jar test di laboratorium. Variasi dosis PAM yang digunakan yakni 1 ppm, 3
ppm, 6 ppm, 9 ppm, dan 12 ppm, sedangkan biokoagulan biji kelor yang diekstraksi
mengggunakan NaCl 1 M dengan variasi dosis 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, dan 5
ppm. Hasil analisis karakterisasi awal air baku Sungai Remeneng menunjukkan
nilai TDS sebesar 89,33 mg/L dan pH 8,17 masih dalam standar baku mutu,
sementara nilai kekeruhan tercatat 7,06 NTU yang melampaui standar baku mutu.
Hasil pengujian jar test menggunakan PAM menunjukkan kondisi optimum pada
dosis 6 ppm karena mampu menurunkan nilai kekeruhan menjadi 2,37 NTU dengan
efektivitas 66,40%. Biokoagulan biji kelor menghasilkan penurunan kekeruhan
paling signifikan hingga 2,05 NTU dengan efektivitas 70,93% pada dosis optimum
4 ppm. Sementara hasil pengujian kombinasi kedua koagulan menghasilkan
penurunan kekeruhan hinggga 2,28 NTU dengan efektivitas 67,67% pada dosis
optimum 2 ppm biji kelor yang dikombinasikan dengan 3 ppm PAM. Biokoagulan
biji kelor terbukti lebih unggul dalam menurunkan kekeruhan dengan dosis yang
lebih rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa biji kelor berpotensi menjadi
alternatif koagulan efektif dan ramah lingkungan untuk diterapkan pada sistem
pengolahan air baku WTP Sembung.
Kata Kunci: : Biji Kelor; Biokoagulan; Jar Test; Kekeruhan; Moringa oleifera;
Polyacrylamide (PAM)

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Depositing User: Meike Megawati
Date Deposited: 25 Sep 2026 06:39
Last Modified: 25 Sep 2026 06:39
URI: http://repository.unram.ac.id/id/eprint/167

Actions (login required)

View Item
View Item