ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFIKASITION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL) DAN METODE FMEA ( FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS)

BAMBANG HERU, SUHARYADI (2026) ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFIKASITION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL) DAN METODE FMEA ( FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS). Masters thesis, Universitas Mataram.

[thumbnail of Full Naskah Tesis - Bambang Heru Suharyadi.pdf] Text
Full Naskah Tesis - Bambang Heru Suharyadi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi menggunakan metode Hazard
Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dan Failure Mode and
Effects Analysis (FMEA). Penelitian dilaksanakan pada proyek Pembangunan Gedung
Kantor Walikota Mataram dan Gedung Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Mataram,
Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner, serta
identifikasi aktivitas pekerjaan yang memiliki potensi bahaya.
Analisis HIRARC digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko
berdasarkan nilai likelihood dan severity, serta menentukan pengendalian risiko sesuai
hierarki pengendalian. Selanjutnya, metode FMEA digunakan untuk menentukan
prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN).
Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa aktivitas tersebut memiliki nilai RPN
tertinggi sehingga menjadi prioritas utama dalam pengendalian risiko. Implementasi
pengendalian melalui eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif,
dan penggunaan alat pelindung diri (APD) mampu menurunkan jumlah risiko signifikan
dari 50 kejadian menjadi 10 kejadian dengan kategori risiko rendah hingga sedang.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi metode HIRARC dan FMEA mampu
memberikan analisis risiko yang lebih komprehensif dalam mengidentifikasi bahaya,
menentukan prioritas risiko, serta merumuskan strategi pengendalian yang efektif
sehingga dapat meningkatkan penerapan sistem manajemen K3 pada proyek konstruksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 potensi kejadian risiko pada
berbagai aktivitas pekerjaan konstruksi. Berdasarkan analisis HIRARC diperoleh tingkat
risiko terdiri atas risiko rendah sebanyak 2 kejadian (4%), risiko sedang sebanyak 28
kejadian (56%), risiko tinggi sebanyak 13 kejadian (26%), dan risiko ekstrem sebanyak
7 kejadian (14%). Risiko dengan tingkat tertinggi ditemukan pada aktivitas pengangkutan
material, penggunaan mesin potong besi, pemasangan dan pembongkaran scaffolding,
pemasangan rangka atap, serta pemasangan penutup atap.
Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), HIRARC, FMEA, Manajemen
Risiko, Proyek Konstruksi.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Pasca Sarjana
Depositing User: Meike Megawati
Date Deposited: 30 Sep 2026 05:30
Last Modified: 30 Sep 2026 05:30
URI: http://repository.unram.ac.id/id/eprint/200

Actions (login required)

View Item
View Item