Achmad, Rivani (2026) PEMANFAATAN CITRA SATELIT HIMAWARI-9 IR ENHANCED PADA PEMODELAN BANJIR DAS MENINTING-MIDANG Utilization of Himawari-9 IR Enhanced in Flood Modelling of the Meninting-Midang Basin. Other thesis, Universitas Mataram.
TESIS_Achmad Rivani_I2I 022 001.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15MB)
Abstract
Keterbatasan jumlah dan sebaran pos hujan menjadi kendala dalam analisis banjir,
terutama pada daerah aliran sungai yang memiliki variasi hujan spasial tinggi seperti DAS
Meninting-Midang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan hujan lokal tidak tercatat secara
representatif, sehingga distribusi hujan wilayah sebagai input pemodelan banjir kurang
tergambarkan dengan baik. Kajian ini diarahkan untuk memanfaatkan citra satelit
Himawari-9 IR Enhanced berbasis suhu puncak awan atau Cloud Top Temperature (CTT)
sebagai pendukung estimasi curah hujan spasial dan pemodelan banjir di DAS MenintingMidang. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi karakteristik CTT, menganalisis
hubungannya dengan parameter atmosferik dan hujan observasi, serta menerapkan hujan
hasil estimasi dalam simulasi debit banjir menggunakan HEC-HMS.
Data yang digunakan meliputi citra Himawari-9 IR Enhanced, data hujan
observasi, parameter atmosferik, data debit AWLR, batas DAS, dan jaringan sungai. Nilai
CTT diekstraksi dari citra satelit, kemudian dikombinasikan dengan kelembaban relatif,
tekanan udara, arah angin, dan kecepatan angin. Hubungan antara CTT, parameter
atmosferik, dan hujan observasi dibangun melalui pendekatan regresi lokal dengan
membandingkan beberapa kombinasi variabel untuk memperoleh persamaan estimasi
hujan yang paling sesuai pada masing-masing pos hujan. Kinerja estimasi dinilai
menggunakan RMSE, R², NSE, RSR, dan PBIAS. Selanjutnya, hujan hasil estimasi
digunakan sebagai input dalam HEC-HMS untuk mensimulasikan respons debit banjir
pada kejadian Desember 2021 dan Juni 2022.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan CTT mampu menggambarkan
dinamika pertumbuhan awan konvektif yang berkaitan dengan kejadian hujan di wilayah
kajian. Penurunan suhu puncak awan terbesar pada kejadian Desember 2021 terjadi di
Mangkung sebesar -50,36 °C/jam, sedangkan pada kejadian Juni 2022 terjadi di Kuripan
sebesar -43,32 °C/jam. Hubungan antara CTT, parameter atmosferik, dan hujan observasi
menunjukkan korelasi lemah hingga sedang, sehingga pendekatan regresi lokal lebih
sesuai dibandingkan penggunaan satu persamaan tunggal untuk seluruh wilayah.
Kombinasi CTT, kelembaban relatif, tekanan udara, arah angin, dan kecepatan angin
mampu meningkatkan representasi curah hujan pada beberapa pos hujan, meskipun
tingkat akurasinya bervariasi antar lokasi. Hasil estimasi hujan yang diterapkan dalam
HEC-HMS mampu menggambarkan respons debit banjir di DAS Meninting-Midang.
Pada kejadian Desember 2021, model menunjukkan banjir besar dengan debit hilir sekitar
571.3 m³/dt dan relatif sejalan dengan debit observasi sekitar 610 m³/dt, meskipun
cenderung lebih rendah. Pada kejadian Juni 2022, debit puncak simulasi di AWLR Orong
Atas sebesar 137,7 m³/dt sangat mendekati debit observasi sebesar 136,83 m³/dt. Dengan
demikian, Himawari-9 IR Enhanced berpotensi menjadi data pendukung estimasi hujan
spasial dan pemodelan banjir, terutama pada wilayah dengan keterbatasan pos hujan,
dengan tetap memerlukan kalibrasi dan data pendukung yang memadai.
Kata kunci: Banjir, CTT, Estimasi Hujan, HEC-HMS, Himawari-9.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik |
| Depositing User: | Meike Megawati |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 00:25 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 00:25 |
| URI: | http://repository.unram.ac.id/id/eprint/227 |
