Erit, Maulidi (2026) ANALISIS VARIASI SUHU PADA PROSES PEMBUATAN BLACK GARLIC MENGGUNAKAN AGING CHAMBER BERBASIS MAGIC COM. Other thesis, Universitas Mataram.
TA FINAL ERIT CD.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Black garlic merupakan produk hasil proses pemanasan bawang putih pada
kondisi suhu tertentu dalam waktu yang relatif lama, yang menyebabkan perubahan
karakteristik fisik dan kimia, terutama penurunan kadar air dan massa bahan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu 55°C, 60°C, dan
65°C terhadap kadar air, perubahan massa, laju pengeringan, serta efisiensi energi
pada proses pembuatan black garlic menggunakan aging chamber berbasis magic
com. Penelitian dilakukan menggunakan bawang putih tunggal dengan massa awal
600 ± 15 gram pada setiap perlakuan suhu. Sampel ditempatkan secara merata pada
tiga rak di dalam aging chamber dan proses aging dilakukan secara kontinu.
Pengamatan dilakukan setiap 24 jam dengan mengukur massa sampel, temperatur
lingkungan, temperatur ruang pemanas, temperatur bahan, serta konsumsi energi
listrik. Kadar air dihitung berdasarkan massa kering yang diperoleh melalui metode
gravimetri, sedangkan perubahan massa, laju pengeringan, dan efisiensi energi
dihitung berdasarkan data hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
peningkatan suhu mempercepat penurunan kadar air dan massa bahan. Perlakuan
suhu 65°C mencapai kadar air target di bawah 18% dalam waktu paling singkat,
yaitu 9 hari dengan kadar air akhir sebesar 17,27%, sedangkan suhu 60°C dan 55°C
masing-masing membutuhkan waktu 10 dan 11 hari dengan kadar air akhir sebesar
18,04%. Rata-rata laju pengeringan tertinggi diperoleh pada suhu 65°C sebesar
0,038 kg/hari, diikuti suhu 60°C sebesar 0,034 kg/hari dan suhu 55°C sebesar 0,031
kg/hari. Efisiensi energi cenderung menurun seiring bertambahnya waktu aging.
Berdasarkan rata-rata efisiensi energi, suhu 55°C menghasilkan nilai tertinggi
sebesar 3,76%, diikuti suhu 60°C sebesar 3,52% dan suhu 65°C sebesar 3,02%.
Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian, suhu 65°C merupakan kondisi yang
paling efektif untuk mempercepat pencapaian kadar air target dan menghasilkan
laju pengeringan tertinggi, sedangkan suhu 55°C menunjukkan pemanfaatan energi
yang lebih efisien.
Kata kunci: black garlic, aging, kadar air, laju pengeringan, efisiensi energi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik |
| Depositing User: | Meike Megawati |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 00:25 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 00:25 |
| URI: | http://repository.unram.ac.id/id/eprint/228 |
