Nilam Saqinah, Maharani (2026) PENGARUH TEKNIK BUDIDAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI KERITING SERTA AKUMULASI KARBON BIOMASSA GULMA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA. Other thesis, Universitas Mataram.
SKRIPSI Nilam Saqinah..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Perubahan iklim global dan kebutuhan mitigasi karbon pada sektor pertanian mendorong pentingnya kajian
teknik budidaya yang mendukung produktivitas sekaligus dinamika karbon pada agroekosistem hortikultura.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik budidaya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai
keriting (Capsicum annuum L.) serta akumulasi karbon biomassa gulma di Desa Andalan, Kecamatan Bayan,
Kabupaten Lombok Utara. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 3×3×2 yang
terdiri atas tiga sistem olah tanah (tanpa olah tanah, olah minimum, olah maksimum), tiga dosis pupuk biourine
(0, 10, dan 20 ml/L air), dan penggunaan mulsa plastik perak-hitam (tanpa mulsa dan bermulsa), diulang tiga
kali sehingga diperoleh 54 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan
dilanjutkan uji BNJ taraf 5% apabila berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem olah
tanah secara tunggal tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil, sedangkan
pupuk biourine berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap jumlah cabang aktif, jumlah daun, dan hasil
panen. Interaksi biourine dan mulsa (B×M) berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap tinggi tanaman, jumlah
cabang aktif, dan jumlah daun, serta nyata (p<0,05) terhadap hasil panen. Kombinasi olah tanah maksimum
tanpa biourine tanpa mulsa (P3B0M0) menghasilkan pertumbuhan vegetatif tertinggi, sedangkan kombinasi
olah tanah minimum tanpa biourine tanpa mulsa (P2B0M0) menghasilkan hasil panen tertinggi (165,7
g/tanaman). Sebaliknya, akumulasi karbon biomassa gulma tidak dipengaruhi secara nyata oleh sistem olah
tanah, biourine, mulsa, maupun interaksinya pada seluruh fase pengamatan, tetapi cenderung menurun seiring
pertumbuhan tanaman dan peningkatan tutupan kanopi, dari rerata 0,37 kg C pada awal tanam menjadi 0,15
kg C pada pascapanen. Temuan ini mengindikasikan bahwa dinamika fase pertumbuhan tanaman berperan
lebih dominan dibandingkan teknik budidaya dalam menentukan akumulasi karbon biomassa gulma pada
sistem budidaya cabai lahan kering.
Kata kunci: akumulasi karbon, biourine, cabai keriting, mulsa, teknik budidaya
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions: | Fakultas Pertanian |
| Depositing User: | Meike Megawati |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 05:32 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 05:32 |
| URI: | http://repository.unram.ac.id/id/eprint/235 |
