Electra, Moudyna (2026) ANALISIS PENDAPATAN USAHA PENANGKAR BENIH PADI DI KECAMATAN NARMADA, KABUPATEN LOMBOK BARAT. Other thesis, Universitas Mataram.
Skripsi - Electra Moudyna (C1G018035).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Sektor pertanian memegang peranan krusial dalam perekonomian nasional
dan ketahanan pangan Indonesia, dengan tanaman padi (Oryza sativa L.) sebagai
salah satu komoditas unggulannya. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
merupakan salah satu daerah produsen padi nasional, di mana Kabupaten Lombok
Barat menunjukkan tren peningkatan produksi yang signifikan, khususnya pada
periode 2020–2021. Tingginya produksi padi menciptakan peluang strategis dalam
usaha penangkaran benih guna memastikan ketersediaan benih berkualitas bagi
petani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan,
dan pendapatan pada usaha penangkaran benih padi di Kecamatan Narmada,
Kabupaten Lombok Barat; (2) Menentukan kelayakan usaha penangkaran benih
padi di daerah penelitian; dan (3) Mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh
dari usaha penangkaran benih padi tersebut. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan
secara sengaja (purposive) di Kecamatan Narmada sebagai salah satu sentra
produksi benih padi di Kabupaten Lombok Barat. Pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara langsung (data primer) dan penelusuran dokumen/literatur
pendukung (data sekunder). Analisis data yang digunakan meliputi analisis biaya,
penerimaan, pendapatan, serta kelayakan usaha menggunakan Revenue Cost Ratio
(R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Total biaya produksi rata-rata
yang dikeluarkan oleh petani penangkar benih padi (pada rata-rata luas lahan 2 ha)
adalah sebesar Rp31.089.000, yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp15.000.000
dan biaya variabel sebesar Rp16.089.000. Rata-rata penerimaan yang diperoleh
sebesar Rp97.500.000 dari hasil produksi rata-rata 3,75 ton/ha (total 7,5 ton) dengan
harga jual Rp13.000/kg. Dengan demikian, rata-rata pendapatan bersih yang
diterima petani adalah sebesar Rp66.411.000 per 2 ha. Analisis kelayakan usaha
menghasilkan nilai R/C Ratio sebesar 3,14 (R/C > 1). Hal ini menunjukkan bahwa
usaha penangkaran benih padi di Kecamatan Narmada efisien, menguntungkan, dan
layak untuk dijalankan. Tingkat keuntungan yang diperoleh petani dari usaha
penangkaran benih padi ini mencapai 213,61% dari total biaya produksi yang
dikeluarkan.
Kata kunci: Biaya, Kelayakan Usaha, Penangkar Benih Padi, Pendapatan,
Penerimaan, R/C Ratio.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions: | Fakultas Pertanian |
| Depositing User: | Meike Megawati |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 05:32 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 05:32 |
| URI: | http://repository.unram.ac.id/id/eprint/236 |
